cara memelihara kucing persia

5 Cara Memelihara Kucing Persia Yang Mudah

Kucing merupakan salah satu hewan yang sering dijadikan peliharaan di rumah. Ada banyak jenis atau ras kucing yang biasa dipelihara, misalnya kucing ras persia. Kucing ras ini memang populer karena bulunya yang sangat lebat, sifatnya penurut, serta tidak terlalu banyak atau tidak agresif. Cara memelihara kucing persia terbilang cukup sulit sehingga tidak boleh sembarangan dalam merawatnya.

Memelihara kucing di rumah nampaknya bisa menjadi hiburan tersendiri bagi sang pemilik. Berminat untuk memelihara hewan menggemaskan ini? Yuk simak beberapa tips memelihara dan merawat kucing persia berikut ini.

1. Memberi Kucing Tempat Tinggal Atau Kandang

Menyediakan tempat tinggal atau kandang yang layak merupakan kebutuhan yang tidak boleh dilupakan ketika memelihara seekor kucing. Kandang kucing bisa berupa kandang dari kayu atau besi maupun ruangan khusus. Pastikan kandang terhindar dari udara dingin jika ingin memelihara kucing persia yang masih umur 2 bulan, karena daya tahan tubuhnya belum cukup baik.

2. Memberi Makan Yang Tepat

Cara memelihara kucing persia selanjutnya adalah memberikan makan yang tepat. Makanan yang diberikan pada kucing tidak boleh sembarangan. Pada umumnya kucing persia membutuhkan makanan yang mengandung protein seperti daging atau ikan. Maka dari itu, sebaiknya membeli makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan kucing dan sudah teruji.

Terdapat 2 jenis makanan kucing yang di produksi yaitu dry food (makanan kering) dan wet food (makanan basah). Banyak yang menyarankan untuk lebih baik memberikan dry food, agar kualitas gigi kucing terasah. Namun, jika terlalu sering kucing bisa terjangkit karaes gigi.

3. Menyediakan Tempat Kotoran

Cara memelihara kucing persia bisa dimulai dengan menyediakan tempat kotoran. Pada umumnya kucing memang suka kencing atau buang kotoran di atas pasir. Maka dari itu, sediakan tempat kotoran di sebuah wadah khusus berisi pasir.

Pastikan tempatnya sedikit tinggi dan lebar agar pasir tidak berhamburan ketika kucing menutupi kotorannya. Ada beberapa jenis pasir yang dapat ditemukan di pasaran, seperti pasir ziolit, atau pasir wangi dengan nomor besar pasir yang berbeda-beda. Jangan lupa untuk mengganti pasir minimal 2-3 hari tergantung kondisinya masih bagus atau tidak.

4. Menjaga Lingkungan

Menjaga lingkungan tempat tinggal kucing merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Pilih tempat yang jauh dari ancaman hewan lain yang akan mengganggu kucing seperti burung, anjing, tikus, maupun kucing ras lain. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan sekitar juga akan membuat kucing tetap sehat.

5. Memandikan Kucing

Cara memelihara kucing persia yang terakhir yaitu memandikan kucing. Untuk memandikan kucing ini biasanya dilakukan ketika hewan terlihat kotor. Bagi yang memiliki kucing persia berbulu putih, tidak dimandikan dalam waktu yang lama akan membuat warna bulu menjadi kurang bersinar. Mandikan kucing persia setidaknya 1-2 minggu sekali, atau sebulan sekali tergantung kondisi hewan tersebut.

Memandikan memang gampang-gampang susah, perlu trik tertentu agar kucing betah saat dimandikan. Perhatikan pula air yang digunakan agar tidak terlalu panas atau dingin, memilih sampo yang cocok dan juga cara memotong kuku. Pastikan untuk selalu mengeringkan bulu kucing ketika selesai dimandikan. Sehingga kucing akan terhindar dari jamur yang menyebabkan kerontokan. Opsi lain jika tidak sempat memandikan sendiri yaitu dengan jasa pet shop.

Itulah beberapa tips dalam cara memelihara kucing persia di rumah. Ras kucing ini memang memerlukan perhatian lebih dalam pemeliharaannya. Pastikan untuk selalu mengontrol keadaan kucing maupun lingkungan sekitarnya. Agar kondisi kucing tetap sehat dan terawat.

hewan kecil mematikan

Hewan-Hewan Kecil Mematikan Di Dunia

Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa hewan-hewan kecil merupakan hewan yang tidak berbahaya. Padahal di dunia ini banyak sekali hewan-hewan kecil yang dapat membahayakan nyawa manusia. Jadi masyarakat harus selalu waspada dan hati-hati jika bertemu dengan hewan-hewan kecil yang aneh dan mencurigakan. Jika terkena gigitan atau sengatan hewan kecil tersebut, maka segeralah meminta bantuan. Untuk yang penasaran dengan hewan kecil yang dapat membahayakan nyawa, berikut adalah beberapa penjelasan tentang hewan-hewan kecil mematikan yang ada di dunia

1. Lalat Tse-Tse

Gigitan lalat pada umumnya hanya akan memberikan efek gatal pada kulit manusia. Gatal tersebut nantinya akan hilang dengan sendirinya. Hal tersebut sangat berbeda dengan gigitan dari hewan kecil bernama lalat tse-tse. Lalat tse-tse akan menggigit kulit manusia dan menghisap darahnya.

Tak sampai disitu saja, lalat tse-tse juga akan menyebarkan mikroba Trypanosoma kedalam tubuh manusia lewat gigitanya. Perlu diketahui bahwa mikroba Trypanosoma ini bisa menyebabkan kantuk. Rasa kantuk yang disebabkan oleh gigitan lalat tse-tse tersebut sebenarnya adalah sebuah penyakit bernama Trypanosomiasis atau yang bisa disebut sebagai gangguan tidur Afrika.

Apabila mikroba Trypanosoma ini sudah berkembang biak dan menyebar ke dalam pembuluh darah, maka mikroba tersebut akan dapat menghancurkan sel-sel darah merah. Jika sel-sel darah merah tersebut hancur, maka besar kemungkinan dapat mengakibatkan koma hingga kematian.

2. Kissing Bug

Hewan kecil mematikan yang kedua ialah sejenis serangga mematikan bernama kissing bug. Gigitan serangga yang satu ini bisa menimbulkan kematian. Perlu diketahui bahwa serangga kissing bug ini dapat dengan mudah menggigit dan menghisap darah manusia. Saat menghisap darah manusia, serangga ini juga akan mengeluarkan kotoran. Kotoran dari serangga kissing bug tersebut mengandung parasite Trypanosoma Chuzi, dimana parasite tersebut dapat mengakibatkan penyakit chagaz.  

Gejala dari panyakit chagaz ini ialah bengkak pada daerah sekitar gigitan kissing bug. Tak hanya itu saja, seseorang yang terkena gigitan kissing bug ini akan mengalami demam tinggi, mual dan muntah. Akibat yang paling membahayakan dari gigitan kissing bug ini ialah gagal jantung kemudian meninggal dunia.

3. Laba-Laba Funnel Web

Perlu diketahui bahwa hewan kecil mematikan bernama laba-laba funnel web ini hanya dapat dijumpai di Australia. Laba-laba funnel web ini merupakan laba-laba paling mematikan di Australia. Gigitan dari laba-laba ini mengandung racun yang sangat membahayakan.

Orang yang terkena gigitan laba-laba funnel web ini nantinya akan mengalami kejang otot, keringat berlebihan, mati rasa, kehilangan kesadaran dan gagal jantung. Jadi untuk seseorang yang tergigit oleh laba-laba jenis ini, alangkah baiknya untuk segera pergi ke rumah sakit.

4. Puss Catterpilar

Ulat bulu yang satu ini merupakan jenis ulat bulu paling berbahaya di seluruh dunia. Puss caterpillar ini hanya dapat dijumpai di Amerika Serikat. Sekali saja menyentuh ulat bulu ini, maka bulu pada ulat tersebut akan menempel dan menancap pada kulit seseorang.

Kemudian yang akan dirasakan setelah menyentuh ular itu ialah gatal-gatal yang sangat parah bahkan bisa memberikan efek yang sangat berbahaya. Rasa sakit yang dirasakan setelah menyentuh ulat ini melebihi rasa sakit saat disengat ubur-ubur dan digigit laba-laba.

5. Cone Snail

Hewan bernama cone snail ini ialah hewan kecil mematikan sejenis siput yang sangat berbahaya. Cone snail merupakan siput beracun yang paling berbahaya di seluruh dunia. Saat merasa lapar, siput ini akan menggunakan senjata penembak yang berada di belakang cangkangnya. Senjata penembak tersebut nantinya dapat digunakan untuk melumpuhkan mangsanya.

Senjata penembak pada tubuh siput tersebut bernama Probosis. Perlu diketahui bahwa di dalam Probosis terdapat peluru yang mengandung racun berbahaya. Saat mangsanya terkena peluru dari siput tersebut, maka si mangsa akan mengalami kelumpuhan. Setelah itu mangsa akan langsung disantap oleh si cone snail tersebut.

Itu tadi merupakan beberapa penjelasan tentang hewan-hewan kecil mematikan yang ada di dunia ini. Jadi jangan sekali-kali menganggap remeh hewan-hewan kecil yang ada di sekitar tempat tinggal. Bisa jadi hewan kecil tersebut sangat berbahaya.

7 Cara Merawat Sugar Glider Yang Baik Dan Benar Untuk Pemula

Saat banyak orang memilih untuk memelihara hewan seperti kucing dan anjing, namun ternyata sugar glider bisa jadi pilihan yang juga cocok loh. Hewan yang kecil dan menggemaskan ini masuk dalam jenis posum dan aktif di malam hari. Jika tertarik ingin memeliharanya, pastikan untuk mengerti terlebih dahulu bagaimana cara merawat sugar glider ini sendiri. Sebelum memutuskan untuk memelihara sugar glider yang menggemaskan ini, pastikan untuk mengetahui bagaimana cara merawatnya dengan baik agar berumur panjang. Simak informasi lengkapnya berikut ini.

1. Kenali Karakteristik Sugar Glider

Cara merawat sugar glider yang pertama adalah dengan mengenal dan juga memahami karakteristiknya. Tak kenal maka tak sayang, jadi pastikan untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sugar glider agar mudah dalam merawatnya nanti. Sudah banyak informasi di internet mulai dari perawatan rutin, makanan dan kebutuhan lainnya yang bisa dibaca untuk mengetahui apakah mampu untuk memeliharanya atau tidak.

2. Siapkan Kandang

Setelah yakin ingin merawat sugar glider, maka siapkan sebuah kandang yang tepat dan nyaman. Ada baiknya untuk membuat sendiri ataupun beli custom agar sesuai dengan ukurannya. Pilihlah kandang jeruji yang cukup tinggi agar hewan kecil nan menggemaskan ini bisa leluasa bermain. Namun pastikan kandang selalu bersih dan hindarkan dari paparan sinar matahari secara langsung ya.

3. Pilih Makanan Yang Tepat

Selain menyiapkan kandang yang tepat, cara merawat sugar glider selanjutnya adalah dengan memilih makanan yang sesuai dan tidak boleh sembarangan. Pilihlah makanan seperti buah-buahan, nektar, serangga dan lain sebagainya. Hal ini akan membuat peliharaan tetap sehat dan menjauhkannya dari berbagai penyakit. Sediakan pula air yang selalu bersih agar sugar glider tidak dehidrasi nantinya.

4. Mandikan Secara Rutin

Untuk menghindari aroma yang tidak sedap akibat terkena air seni ataupun kotorannya, sugar glider juga harus dimandikan secara rutin loh. Namun pastikan untuk memandikannya dengan teknik kering atau hanya menggunakan tisu basah karena tidak boleh terkena air secara langsung yang bisa membahayakan kesehatannya. Tambahkan sampho untuk membersihkan badan dan membuatnya wangi ya.

5. Rutin Periksa ke Dokter Hewan

Tidak hanya manusia, hewan juga harus diperhatikan pula kesehatannya. Bahkan sama dengan hewan peliharaan lainnya, sugar glider juga memiliki potensi untuk sakit loh. Beragam penyakit yang bisa menimpa seperti stres, kekurangan kalsium, obesitas, hingga karena terkena kutu. Maka dari itulah sangat penting untuk membawanya ke dokter hewan agar bisa mendapatkan perawatan yang tepat.

6. Gabung Dengan Komunitas Pecinta Sugar Glider

Tidak hanya itu, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan sesama pemilik sugar glider dengan bergabung di sebuah komunitas pecinta hewan. Dengan bersosialisasi sesama penyuka hewan akan menambah wawasan, mendapatkan saran atau pendapat yang cukup baik loh. Tidak dipungkiri, hal ini akan sangat membantu jika ada permasalahan mengenai sugar glider yang diperlihara loh.

7. Kesabaran

Hal terakhir yang harus diperhatikan saat merawat sugar glider adalah sebuah kesabaran. Dengan kesabaran yang tinggi, maka sugar glider bisa dijinakkan secara mudah loh. Tidak seperti kucing atau hewan lainnya, sugar glider membutuhkan waktu untuk menjadi jinak dan menggemaskan sebagai hewan peliharaan.

Itulah informasi mengenai cara merawat sugar glider yang baik dan benar agar berumur panjang. Pastikan pula untuk mengajaknya bermain agar hewan tidak stres ya, serta hindarkan dari tempat berisik. Jadi apakah tertarik untuk merawat hewan imut dan menggemaskan ini? Semoga bermanfaat!

Inilah Tips Memilih Hewan Peliharaan Yang Cocok Untuk Dijadikan Teman

Hewan peliharaan adalah hewan yang bisa dijadikan sebagai teman oleh manusia, dalam artian hewan tersebut sudah dijinakkan. Namun, untuk membeli hewan tersebut juga tidaklah murah. Untuk itu ketahuilah terlebih dahulu mengenai tips memilih hewan peliharaan serta alangkah baiknya ketahui terlebih dahulu mengenai apa saja yang termasuk hewan peliharaan. 

Hewan peliharaan juga berfungsi untuk menghilangkan lelah sehabis kerja dan juga menghilangkan stres. Biasanya hewan dipelihara karena hoby seseorang akan tetapi ada juga karena selalu merasa kesepian sehingga membutuhkan teman. Tips memilih hewan peliharaan agar tidak salah pilih akan dipaparkan sebagai berikut.

1. Tujuan Dari Memelihara Hewan

Tips memilih hewan peliharaan yang paling pertama adalah harus mengetahui terlebih dahulu tujuan dari memelihara hewan. Seperti yang dibahasakan di atas bahwa memelihara hewan bertujuan untuk dijadikan sebagai teman. Selain itu, bisa juga dijadikan sebagai hoby dari seseorang untuk memelihara hewan tersebut.

2. Mempertimbangkan Hewan Peliharaan

Sebelum memelihara hewan, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu hewan apa yang ingin dipelihara. Selain itu, ketahui juga bagaiman karakter hewan yang akan dijadikan sebagai penghuni rumah seperti kucing dan anjing. Kedua hewan tersebut bisa dijadikan sebagai hewan peliharaan di rumah karena cara merawatnya juga sangat mudah.

3. Mencari Tahu Mengenai Penyakit Hewan

Tips memilih hewan peliharaan berikutnya adalah mencari tahu mengenai penyakit hewan yang tidak menular terhadap orang disekitarnya. Karena tidak semua hewan yang memiliki penyakit tidak menular ke orang lain seperti reptil yang menularkan bakteri salmonella. Di mana bakteri tersebut akan menyebabkan penyakit diare.

4. Mencari Informasi Mengenai Hewan Yang Akan Dipelihara

Ketika sudah menetapkan untuk memelihara salah satu dari berbagai jenis hewan untuk dipelihara, maka langkah selanjutnya mencari informasi. Informasi mengenai hewan tersebut, seperti makanan yang disukai, tempat yang disukai, dan lain sebagainya. Sehingga jika sudah memelihara hewan tersebut tidak lagi repot untuk merawatnya.

5. Perawatan Yang Dibutuhkan

Tips memilih hewan peliharaan berikutnya adalah mengetahui perawatan apa saja yang dibutuhkan oleh hewan tersebut. Jangan sampai ingin memelihara ikan akan tetapi menyediakan tempat kandang untuk ikan tersebut. Sehingga ikan tersebut bisa saja mati karena tidak berada di dalam air akan tetapi berada di daratan.

6. Memikirkan Usia Hewan Yang Akan Dipelihara

Berikutnya adalah memikirkan juga mengenai usia hewan yang akan dipelihara, apakah ingin memelihara hewan yang berusia tua atau muda. Jika memelihara yang tua kemungkinan besar pemilik tidak bersusah payah dalam membesarkan hewan tersebut dan juga hewan tua penurut. Sedangkan hewan muda masih sangat sulit untuk diatur karena sangat lincah.

7. Perhatikan Tempat Hewan Yang Akan Diadopsi

Jika ingin mengadopsi atau memelihara hewan sebaiknya perhatikan dahulu tempat diadosinya hewan tersebut. Apakah tempatnya bersih atau kotor karena tempat juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan binatang. Sehingga jika tempatnya kotor maka tidak akan menjamin bahwa hewan yang diadopsi memiliki kesehatan yang baik.

8. Memberi Vaksin Terhadap Hewan Peliharaan

Memberi vaksin terahadap hewan peliharaan merupakan cara agar kesehatan hewan bisa tetap terjaga agar tidak mudah terkena virus. Dalam pemberian vaksin sebaiknya dilakukan secara teratur agar vaksin tersebut berfungsi dengan baik di dalam tubuh hewan. Sehingga kesehatan hewan tetap stabil tanpa terkena penyakit.

Hewan memang sangat baik untuk dijadikan sebagai teman dengan cara dipelihara dan dirawat dengan baik. Sehingga hewan tersebut bisa menjadi penurut dan juga tidak liar. Selain itu, merawat satu buah hewan bisa mengurangi populasi hewan liar yang tidak berpemilikan sehingga bisa membahayakan orang lain. semoga Bermanfaat !!!

5 Cara Memelihara Hamster Campbel yang Mudah dilalukan

Hamster merupakan hewan yang sangat lucu dan menggemaskan. Tingkat laku hamster menjadi daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya. Salah satu jenis hamster adalah hamster campbel. Penamaan hamster ini berdasarkan penelitian dan penemuan yang dilakukan oleh WC Campbell, berdasarkan klasifikasi hamster yang ada di daerah Tuva, daerah yang dekat diantara Tiongkok dan Rusia. Hamster ini sebenarnya mudah untuk dipelihara. Ada beberapa cara memelihara hamster campbel yang bisa dilakukan dengan memperhatikan hal berikut.

1. Persiapan Kandang

Kandang hamster biasanya disesuaikan dengan selera orang yang memelihara hamster campbel. Ada kandang yang berbentuk jeruji besi. Kandang bentuk seperti itu harus melihat kondisi hamster yang pintar melenturkan tubuhnya bisa memanfaatkan celah sempit untuk keluar. Maka dibutuhkan jeruji besi yang sangat rapat agar hamster tetap aman.
Selain itu ada juga kandang berbentuk aquarium yang tinggi. Berikan beberapa arena bermain untuk si hamster di dalamnya. Bisa ditambahkan ayunan, tangga kecil atau ruang kecil untuk hamster. Dengan penyajian kandang yang nyaman dan teratur hamster akan terlihat lebih lincah dan betah di kandang.

2. Penempatan Serbuk Kayu

Dalam memelihara hamster, serbuk kayu memiliki peranan yang sangat penting. Fungsi dari penempatan serbuk kayu di dalam kandang yaitu sebagai bahan membuat sarang, alas tidur si hamster campbel, serta menyerap kencing hamster. Selain itu bisa untuk melindungi dari panas dan dingin.
Serbuk kayu yang berkualitas yaitu serbuk kayu dengan kualitas impor. Karena serbuknya lebih kering dari kandungan air, terlihat lebih putih dari produk lokal dan lebih bebas dari bahan kimia. Untuk meletakkan serbuk kayu di dalam kandang dengan ketebalan 2-3 cm di atas permukaan kandang.

3. Pemberian Makan Hamster

Hamster Campbel merupakan jenis hewan pengerat. Giginya yang setiap hari bertumbuh panjang membutuhkan sesuatu untuk mengasah gigi sehingga hamster tetap terasa nyaman saat makan. Biji-bijian sangat cocok diberikan ke hamster campbel agar hamster berselera untuk makan. Berikan pula makanan berupa sayur-sayuran seperti wortel, sawi, toge dan jagung.
Dengan cara memelihara hamster campbel melalui makanan yang bervariasi dan asupan gizi yang diberikan maka hamster akan lebih sehat dan nafsu makannya tetap terjaga secara normal.

4. Pengembangbiakan Hamster Campbel

Untuk mengembangbiakkan hamster campbel dibutuhkan dua hamster dengan berbeda jenis. Perkawinan antara hamster jantan dan betina harus berlangsung dengan baik. Pertama harus memilih hamster campbel jantan dan betina yang umurnya sudah mencapai 3 bulan. Untuk hamster campbel jantan harus jauh lebih tua dari hamster campbel betina. Dan ukuran panjang tubuh hamster sekitar 9 hingga 12 cm.
Kemudian persiapkan kadang khusus. Masukkan hamster jantan terlebih dahulu. Disusul dengan memasukkan si betina. Masa subuh hamster setiap 3 hari sekali. Berikan waktu selama 48 jam untuk si hamster campbel jantan untuk kawin dengan betina. Masa kehamilan hamster campbel sekitar 15 hingga 20 hari sampai si anak hamster akhirnya lahir.

5. Perawatan Kandang

Perhatikan tingkat kebersihan kandang terutama serbuk kayu yang ada di dalam kandang. Jangan sampai serbuk kayu menjadi lembab. Karena jika terjadi kelembapan akan berpengaruh pada bulu hamster akan menjadi rusak. Selain itu kenyamanan hamster akan berpengaruh agar hamster tidak stres dan tidak mudah sakit. Lakukan perawatan dan kebersihan kandang secara rutin agar hamster aman dari jamur, bakteri dan penyebab penyakit lainnya.

Dengan memperhatikan beberapa cara memelihara hamster campbel diharapkan bisa menjaga kenyamanan dan keberlangsungan hidup hamster lebih lama. Cobalah sesekali mengajak hamster campbel ini bermain dengan memperhatikan tingkah lakunya. Agar si hamster campbel ini lebih kenal dengan si pemilik. Karena jika hamster campbel tidak mengenali bau orang yang melihat maka hamster tersebut menjadi agresif dan ingin menggigit. Itulah kenapa hamster campbel dijuluki “Mad Hamster”.

Cara budidaya ulat sutera

Cara Budidaya Ulat Sutera Dengan Mudah

Ulat sutera bukanlah sembarang ulat. Keberadaannya cukup banyak diminati banyak orang, terutama kalangan para pebisnis. Ulat sutera merupakan salah satu jenis hewan yang memang memberikan daya jual yang tinggi. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakannya. Cara budidaya ulat sutera tentunya bisa berjalan dengan lancar jika dilakukan dengan benar. Berikut ini terdapat beberapa cara yang bisa diterapkan ketika ingin melakukan budidaya ulat sutera.

1. Mempersiapkan Kandang

Cara budidaya ulat sutera yang pertama dilakukan yakni mempersiapkan kandang. Dalam proses persiapannya dibutuhkan ketelitian, terutama dalam pemilihan lokasi.  Pastikan untuk memilih tempat yang tepat untuk budidaya ulat sutera. Pilih ruangan yang cukup besar dengan memerhatikan sistem ventilasi yang terjaga dengan baik. Hal ini dibutuhkan guna cahaya memasuki ruangan dengan baik dan menjaga sirkulasi udara.

Secara umum, biasanya kandang ulat sutera terbuat dari kayu atau bambu yang disiapkan dalam bentuk rak-rak. Ketika kandangnya sudah siap, semprotkan cairan yang dapat menseterilkan tempat untuk ulat sutera bernaung.

2. Melakukan Pembibitan

Setelah kandang siap, maka tahap selanjutnya yang harus dilakukan yakni melakukan pembibitan. Untuk bibit ulat sutera bisa membelinya di pasar untuk selanjutnya dikembangbiakkan. Pilihlah bibit ulat sutera yang baik. Dilakukan selama 10 hingga 12 hari sebelum dimulainya proses pemeliharaan.

Selanjutnya lakukan inkubasi pada ulat sutera untuk bisa melakukan penetasan. Pada tahapan ini dilakukan dengan cara memasukkan bibit ke dalam kotak yang ditutupi kain putih tipis secara rapat. Simpanlah di dalam ruangan dengan suhu yang telah ditentukan yakni sekitar 25 hingga 28 derajat celcius. Ketika ditemukan bintik warna biru pada kain penutup, maka harus bergegas untuk mengganti penutup dengan kain hitam. Diamkan kurang lebih selama dua hari. Selanjutnya, setiap pagi hari, telur akan menetas dalam waktu sepuluh menit.

3. Pemberian Makanan yang Tepat

Cara budidaya ulat sutera lainnya yang hendak diperhatikan yakni pemberian pakan. Makanan yang diberikan hendaknya disesuaikan dengan gizi yang dibutuhkan ulat sutera. Asupan makanan yang dikonsumsi ulat sutera sangatlah sederhana. Ulat sutera hanya memakan daun yang ada di pohon murbei. Berikan daun murbei tanpa cabang dan kadarnya disesuaikan dengan usia ulat sutera.

Ulat sutera dikatakan sebagai jenis serangga yang cukup rakus. Tidak heran, dalam seharinya bisa menghabiskan 300 hingga 400 kilogram daun murbei. Kadar tersebut diberikan pada ulat sutera yang masih berukuran kecil. Adapun untuk ulat sutera yang sudah besar diberikan dua hingga tiga kali lipat dari jumlah kadar tersebut.  

4. Proses Pemeliharaan

Pemeliharaan yang baik tentunya akan memperlancar proses budidaya ulat sutera. Dalam prosesnya dibutuhkan pemeliharaan yang tepat, seperti memerhatikan pola makan yang tepat yakni dengan memberikan makanan tiga hari dalam sekali. Dalam masa istirahat, diharapkan untuk sigap melakukan penaburan kapur serta menjaga sirkulasi udara terjaga dengan baik. Hal ini akan menunjang kenyamanan ulat sutera.

Lakukan pemisahan secara tepat, yakni dengan memerhatikan pemindahan ulat sutera yang sudah besar ke dalam kotak yang berbeda. Pastikan untuk menjaga intensitas cahaya, suhu serta kelembaban ruangan. Ketika ulat sutera dewasa, maka perlahan akan berubah menjadi kokon yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai serat sutera.

5. Proses Pemanenan

Proses pemanenan biasanya dilakukan tujuh hingga sepuluh hari setelah ulat melewati tahap pupa. Ketika ulat sutera mengeluarkan filamen dari lubang di bawah mulutnya, maka saat itu pula helaian benang meninggalkan lubang.

Ketika pupa telah melangsungkan siklus hidup menjadi ngengat, lakukan sesigap mungkin. Jika berencana untuk melakukan budidaya kembali, diharuskan memilih ulat yang baik dengan jumlah yang cukup untuk melakukan proses budidaya selanjutnya.  Sisa-sisa kepompong, secara umum warnanya bervariasi, yakni bisa berwarna coklat muda bahkan ada juga yang berwarna kuning.

Demikianlah cara budidaya ulat sutera yang bisa diterapkan dengan mudah. Hal ini bisa tentunya bisa berjalan lancar dan berhasil jika dilakukan dengan penuh telaten dan ketelitian.

Peliharaan untuk rumah sempit

Hewan Peliharaan Untuk Rumah Sempit

Memelihara hewan peliharaan memiliki berbagai manfaat bagi manusia, misalnya saja menurunkan tingkat stres karena tingkah hewan yang lucu. Selain itu, hewan peliharaan juga akan selalu menemani pemiliknya di rumah. Ada banyak jenis hewan yang dapat dipelihara. Mulai dari yang besar sampai yang kecil dengan cara perawatan yang berbeda pula. Bagi pemilik rumah kecil, jenis hewan peliharaan untuk rumah sempit berikut bisa dijadikan referensi.

Hamster

Hamster merupakan jenis hewan pengerat berukuran mini dan terlihat lucu. Hewan ini bisa dijadikan alternatif sebagai peliharaan. Hamster biasanya bisa bertahan hidup 2 hingga 4 tahun. Tergantung dari perawatan yang didapatkannya. Semakin baik perawatannya maka usia hamster bisa lebih panjang.

Hewan ini dapat diletakkan di kandang besi atau kaca yang pada bagian bawahnya diberi alas. Kandang hamster pun harus rajin dibersihkan supaya tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Untuk hamster dengan jenis yang lebih aktif maka bisa ditambahkan aksesoris berupa mainan roda berputar.

Ikan Hias

Untuk memelihara ikan hias dibutuhkan aquarium yang dilengkapi dengan aerator untuk melancarkan pertukaran udara di dalam air. Ukuran aquarium juga perlu diperhatikan supaya ikan hias tidak merasa sesak. Aquarium bisa juga ditambah dengan beberapa hiasan agar semakin indah.

Ikan hias yang bisa dipelihara misalnya saja ikan lohan, ikan cupang, ikan mas koki, ikan arwana dan lain-lain. Ikan diberi pakan 2 kali sehari dan jangan terlalu banyak karena dapat mengendap di aquarium dan mengotorinya.

Landak Mini

Landak mini ini berbeda dengan landak besar yang memiliki duri-duri runcing dan tajam menakutkan. Walaupun Landak mini masih memiliki duri namun bisa dipelihara dengan aman di rumah. Landak ini bisa diberi makan makanan kucing yang berbentuk padat. Ia merupakan hewan nokturnal dan bersifat soliter atau tidak suka berkelompok.

Cara memegang hewan ini yaitu dengan menempatkan kedua tangan dibagian bawah tubuh landak. Landak harus dirawat dengan cara memandikannya sekali dalam dua minggu dan menyikat rambutnya hati-hati menggunakan sabun bayi.

Umang-Umang

Umang-umang memiliki beberapa nama lain seperti kelomang, kumang atau pong-pongan. Hewan ini biasanya dijual di pasar dengan aneka cat warna-warni. Umang-umang dapat dipelihara dengan menempatkannya pada kotak kaca atau terarium yang diberi alas misalnya menggunakan cocopeat. Hewan ini juga cocok dijadikan peliharaan untuk rumah sempit. Biasanya Umang-umang memerlukan cangkang pengganti yang lebih besar dalam pertumbuhannya. Termasuk hewan omnivora dan bisa memakan remahan roti, buah dan sebagainya.

Guinea Pig

Guinea Pig bukanlah salah satu jenis babi melainkan hewan pengerat mirip hamster dengan ukuran yang lebih besar dan memiliki bulu lebat. Hewan ini juga dikenal dengan nama tikus Belanda. Guinea Pig mudah mengalami stress, untuk itu haruslah ditempatkan dalam kandang yang tidak terlalu kecil dan dijauhkan dari anjing atau kucing. Makanan Guinea Pig berupa sayuran segar yang bergizi dan mengandung sumber vitamin C.

Chipmunk

Chipmunk adalah jenis tupai tanah yang memiliki garis-garis di tubuhnya. Hewan ini terlihat lucu dan terkenal, salah satunya berkat film Alvin and The Chipmunk yang laris di pasaran. Termasuk hewan omnivora dan memiliki sumber makanan beragam misalnya saja kacang kenari, serangga, jamur dan lainnya.

Hewan-hewan tersebut, selain bentuknya yang mini juga perawatannya tidaklah terlalu sulit. Makanan yang dibutuhkan pun tidak banyak. Hewan kecil tersebut sangat cocok dijadikan peliharaan untuk rumah sempit dan ramah bagi anak-anak. Namun, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan hewan-hewan tersebut supaya tidak menimbulkan penyakit.

Belajar Cara Beternak Lele Di Kolam Terpal, Untuk Bisnis Pemula

Lele memang terkenal menjadi salah satu menu yang bisa dijumpai dimana saja. Selain itu pengemar olahan makanan berbahan dasar ikan lele juga berasal dari banyak kalangan. Jadi tidak heran jika saat ini banyak orang mulai berbisnis dengan cara beternak lele.

Usaha dengan cara beternak lele memang saat ini mulai dilirik oleh banyak orang. Termasuk salah satunya adalah melakukan ternak lele dikolam terpal. Tanpa basa basi lagi berikut ini cara beternak lele di kolam terpal yang cocok dilakukan oleh para pemula dalam berbisnis usaha Lele.

1. Membuat Media Dari Kolam Lele

Hal pertama yang harus dilakuka dalam cara beternak Lele adalah membuat kolam untuk Lele tumbuh dan berkembang. Jika memutuskan untuk membuat kolam terpal maka beberapa hal berikut harus diperhatikan. Untuk yang pertama maka pastikan sudah memiliki lahan untuk kolam terpal dan kemudian menyiapkan terpal yang bersih dan kering.

Selanjutnya maka terpal bisa dibentangkan hingga menyerupai layaknya kolam. Agar kolam tersebut bisa tegak maka bisa memberikan semacam besi atau sebelumnya pemilik sudah membuatkan susunan batako yang menyerupai kolam. Setelah itu maka pasang terpal mengikuti bentuk dari dari susunan batako tersebut.

2. Mengisi Kolam Dengan Air

Setelah kolam terpal jadi maka bisa mengisi kolam terpal dengan air yang bersih. Kurang lebih tingginya 30an cm. Lalu tunggu hingga 7 sampai 10 an hari agar air kolam terbentuk lumut dan fitoplankton, dimana fitoplankton ini kelak bisa menjadi makanan Lele.

Setelah itu pemilik bisa mengisi kembali kolam dengan air hingga ketinggian mencapai kurang lebih 1 meter. Biasanya kolam lele akan berbau tidak sedap maka dari itu bisa disiasati dengan ditambahkan lagi dengan irisan daun singkong ataupun daun pepaya agar bau tidak terlalu menyengat.

3. Melakukan Pemilihan Bibit Terbaik

Cara beternak lele berikutnya adalah dengan melakukan pemilihan bibit lele yang unggul. Salah satu ciri bibit tersebut adalah bibit yang baik adalah terlihat dari gerakan yang agresif dan lebih gesit. Kemudian pastikan membeli bibit dengan ukuran yang sama dan jenis yang sama agar perawatannya lebih mudah.

4. Melakukan Penyebaran Benih

Setelah mendapatkan bibit Lele yang berkualitas maka tugas selanjutnya adalah melakukan penebaran bibit Lele. Hal yang bisa dilakukan saat penyebaran benih adalah usahakan tidak menebar bibit secara langsung dan bersamaan. Karena hal tersebut bisa membuat benih stress.

Pada saat memindahkan benih maka bisa dilakukan dengan meletakkan benih pada wadah ember atau plastik dahulu. Kemudian biarkan wadah ember atau plastik tersebut mengapung dalam kolam sekitar 20 menit an. Hal itu agar benih lele bisa beradaptasi dengan suhu kolam.

Setelah itu pemilik bisa mengeluarkan benih lele dengan cara perlahan dan membiarkan benih keluar dengan sendirinya. Untuk waktu penyebaran benih bisa dilakukan pada pagi atau malam hari agar benih tidak terkena terik sinar matahari.

5. Melakukan Pemeliharaan Ikan Lele

Melakukan pemeliharaan adalah meliputi pemberian makan yang rutin dan tentunya juga mengelolaan kolam Lele. Untuk proses pemberian pakan maka komposisi yang harus diseimbangkan adalah pemberian bahan dari mikroorganisme seperti plankton dengan bahan organik yang lain. Misalnya dengan olahan pelet dan probiotik.

Untuk pemberian makan bisa dilakukan sehari 2 kali yaitu pada pagi dan sore hari. Pemberian pakan tersebut harus diperhatikan sebab akan berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan serta kesehatan Lele. Sedangkan untuk kolam yang baik adalah jika airnya masih berwarna hijau. Jika sudah sangat keruh ada baiknya dilakukan pengurasan.

Demikian itu cara beternak Lele yang dilakukan pada kolam terpal. Jadi bagi yang hendak menjadi peternak Lele beberapa cara tersebut bisa dipraktikkan dan semoga bisa berhasil untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

5 Hewan Peliharaan Lucu Yang Bisa Menjadi Sahabat Manusia

Beberapa hewan memang bisa dengan sengaja digunakan sebagai hewan peliharaan. Hewan peliharaan lucu tersebut ada banyak fungsinya bagi manusia. Beberapa orang menjadikan hewan peliharaan sebagai sahabat atau bisa membuat hilangnya stress pemiliknya.

Selain itu hewan peliharaan juga bisa dijadikan sebagai penjaga rumah seperti anjing. Atau pengusir hama untuk perkebunan mereka. Banyak sekali hewan yang bisa digunakan sebagai hewan peliharaan. Berikut ini 5 hewan peliharaan lucu yang bisa menjadi sahabat manusia.

1. Musang

Hewan ini bisa menjadi salah satu peliharaan yang lucu. Pasalnya memiliki ekor yang panjag dan warna bulunya sangat menarik. Selain itu hewan musang dianggap salah satu hewan yang mampu bersahabat dengan manusia.

Jadi, sangat cocok jika digunakan sebagai pengobat stress setelah seharian bekerja. Beberapa jenis musang yang sudah banyak dipelihara orang adalah jenis musang Binturung, Musang Rase, Musang Akar dan sebagainya.

2. Burung Hantu

Mungkin burung hantu bagi sebagian orang bisa dijadikan hewan peliharaan yang lucu. Selain itu Burung ini memiliki keunikan yaitu bisa memutar kepalanya hingga 180 derajat. Selain itu burung hantu juga memiliki bulu yang halus jadi tidak heran walaupun memiliki nama yang terkesan agak seram namun hewan ini tergolong menjadi idaman banyak orang. Hewan ini juga cukup jinak untuk hewan peliharaan.

3. Ikan Koi

Bagi yang menyukai ikan maka salah satu hewan lucu yang bisa dijadikan sebagai hewan peliharaan adalah ikan Koi. Selain menjadikan peliharaan bisa juga sebagai hiasan rumah. Banyak orang juga menganggap bahwa dengan memeliharan hewan ini akan memberikan keberuntungan. Jenis ikan Koi yang terpopuler adalah ogon dan Kohaku.

4. Hamster

Ada beberapa macam hamster yang bisa dijadikan sebagai peliharaan yang lucu. Pertama ada Hamster Winter White. Hamster ini memiliki bulu yang lembut dan tentunya tebal. Dan bisa berubah sesuai dengan cuaca. Sehingga jika diperhatikan maka akan berubah dari warna abu-abu hingga menjadi coklat keemasan.

Kemudian untuk jenis kedua ada Hamster Campbell yang mudah ditemukan dipasar hewan. Banyak peternak melakukan budidaya pada hamster ini karena mudah untuk dirawat dan berkembang biak. Sedangkan Hamster yang ketiga ada jenis Hamster Face Roborovski.

Bagi yang menyukai hamster berukuran kecil maka Hamster Face Roborovski cocok untuk dimiliki. Hamster ini memiliki ciri ukuran tubuh yang cenderung lebih kecil. Kemudian bulunya tebal dan berwarna putih bersih serta Hamster ini lebih lincah. Jadi sebagai pemilik harus menyiapkan area bermain yang luas.

Kemudian yang keempat ada Hamster Syrian Short Hair ataupun Long Hair. Salah satu yang menonjol dari Hamster ini adalah ukuran yang besar. Dan juga lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan jadi sangat cocok untuk dipelihara di rumah. Selain itu lebih jinak, dan tidak akan mudah stress.

5. Anjing Golden Retriver

Hewan Anjing memang sudah menjadi sahabat banyak orang. Oleh karena itu tidak heran jika hewan ini menjadi salah satu hewan peliharaan banyak orang. Salah satu spesies anjing yang bisa dipelihara adalah Anjing Golden Retriver.
Pada ukuran tubuhnya anjing ini tergolong sedang, karena tidak telalu besar.

Sedangkan untuk bulunya berwarna putih kecoklatan dan termasuk anjing dengan bulu yang lebat. Hewan satu ini sangat cocok sebagai hewan peliharaan karena ramah, dan mudah dilatih. Pastikan untuk merawatnya dengan memandikan secara teratur dengan membersihkan bulu anjing dengan shampoo khusus.

Demikian itu ini 5 hewan peliharaan lucu yang bisa menjadi sahabat manusia. Namun tentunya sebelum memelihara maka pastikan juga telah mengenal karakteristik dari masing-masing hewan tersebut. Agar saat pemeliharaan tidak membuat hewan tersebut stress bahkan mati.