Cara budidaya ulat sutera

Cara Budidaya Ulat Sutera Dengan Mudah

Ulat sutera bukanlah sembarang ulat. Keberadaannya cukup banyak diminati banyak orang, terutama kalangan para pebisnis. Ulat sutera merupakan salah satu jenis hewan yang memang memberikan daya jual yang tinggi. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakannya. Cara budidaya ulat sutera tentunya bisa berjalan dengan lancar jika dilakukan dengan benar. Berikut ini terdapat beberapa cara yang bisa diterapkan ketika ingin melakukan budidaya ulat sutera.

1. Mempersiapkan Kandang

Cara budidaya ulat sutera yang pertama dilakukan yakni mempersiapkan kandang. Dalam proses persiapannya dibutuhkan ketelitian, terutama dalam pemilihan lokasi.  Pastikan untuk memilih tempat yang tepat untuk budidaya ulat sutera. Pilih ruangan yang cukup besar dengan memerhatikan sistem ventilasi yang terjaga dengan baik. Hal ini dibutuhkan guna cahaya memasuki ruangan dengan baik dan menjaga sirkulasi udara.

Secara umum, biasanya kandang ulat sutera terbuat dari kayu atau bambu yang disiapkan dalam bentuk rak-rak. Ketika kandangnya sudah siap, semprotkan cairan yang dapat menseterilkan tempat untuk ulat sutera bernaung.

2. Melakukan Pembibitan

Setelah kandang siap, maka tahap selanjutnya yang harus dilakukan yakni melakukan pembibitan. Untuk bibit ulat sutera bisa membelinya di pasar untuk selanjutnya dikembangbiakkan. Pilihlah bibit ulat sutera yang baik. Dilakukan selama 10 hingga 12 hari sebelum dimulainya proses pemeliharaan.

Selanjutnya lakukan inkubasi pada ulat sutera untuk bisa melakukan penetasan. Pada tahapan ini dilakukan dengan cara memasukkan bibit ke dalam kotak yang ditutupi kain putih tipis secara rapat. Simpanlah di dalam ruangan dengan suhu yang telah ditentukan yakni sekitar 25 hingga 28 derajat celcius. Ketika ditemukan bintik warna biru pada kain penutup, maka harus bergegas untuk mengganti penutup dengan kain hitam. Diamkan kurang lebih selama dua hari. Selanjutnya, setiap pagi hari, telur akan menetas dalam waktu sepuluh menit.

3. Pemberian Makanan yang Tepat

Cara budidaya ulat sutera lainnya yang hendak diperhatikan yakni pemberian pakan. Makanan yang diberikan hendaknya disesuaikan dengan gizi yang dibutuhkan ulat sutera. Asupan makanan yang dikonsumsi ulat sutera sangatlah sederhana. Ulat sutera hanya memakan daun yang ada di pohon murbei. Berikan daun murbei tanpa cabang dan kadarnya disesuaikan dengan usia ulat sutera.

Ulat sutera dikatakan sebagai jenis serangga yang cukup rakus. Tidak heran, dalam seharinya bisa menghabiskan 300 hingga 400 kilogram daun murbei. Kadar tersebut diberikan pada ulat sutera yang masih berukuran kecil. Adapun untuk ulat sutera yang sudah besar diberikan dua hingga tiga kali lipat dari jumlah kadar tersebut.  

4. Proses Pemeliharaan

Pemeliharaan yang baik tentunya akan memperlancar proses budidaya ulat sutera. Dalam prosesnya dibutuhkan pemeliharaan yang tepat, seperti memerhatikan pola makan yang tepat yakni dengan memberikan makanan tiga hari dalam sekali. Dalam masa istirahat, diharapkan untuk sigap melakukan penaburan kapur serta menjaga sirkulasi udara terjaga dengan baik. Hal ini akan menunjang kenyamanan ulat sutera.

Lakukan pemisahan secara tepat, yakni dengan memerhatikan pemindahan ulat sutera yang sudah besar ke dalam kotak yang berbeda. Pastikan untuk menjaga intensitas cahaya, suhu serta kelembaban ruangan. Ketika ulat sutera dewasa, maka perlahan akan berubah menjadi kokon yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai serat sutera.

5. Proses Pemanenan

Proses pemanenan biasanya dilakukan tujuh hingga sepuluh hari setelah ulat melewati tahap pupa. Ketika ulat sutera mengeluarkan filamen dari lubang di bawah mulutnya, maka saat itu pula helaian benang meninggalkan lubang.

Ketika pupa telah melangsungkan siklus hidup menjadi ngengat, lakukan sesigap mungkin. Jika berencana untuk melakukan budidaya kembali, diharuskan memilih ulat yang baik dengan jumlah yang cukup untuk melakukan proses budidaya selanjutnya.  Sisa-sisa kepompong, secara umum warnanya bervariasi, yakni bisa berwarna coklat muda bahkan ada juga yang berwarna kuning.

Demikianlah cara budidaya ulat sutera yang bisa diterapkan dengan mudah. Hal ini bisa tentunya bisa berjalan lancar dan berhasil jika dilakukan dengan penuh telaten dan ketelitian.